Cerita Sahur Pagi Ini

Sudah beberapa hari ini gue selalu tidur di kamar Abang sejak Abang pindah, karena AC kamar gue rusak dan Jakarta sedang panas-panasnya meski malam hari. Semalam pun begitu, gue tidur di kamar Abang.

Alarm sahur gue jam 04.00. Sekitar 03.40, Fara membangunkan gue untuk sahur. Gue sudah menyahut akan bangun, tapi tidur lagi karena sayang masih ada 20 menit sebelum alarm gue bunyi.Jam 03.50, sayup-sayup gue mendengar Faris mengetuk pintu kamar gue (bukan kamar Abang) untuk membangunkan gue sahur. Gue diam saja, tidak menyahut, tapi beberapa saat kemudian gue mendengar dia berkata kok Kakak ga ada? dan Fara yang menjawab di kamar Abang.

Dan seperti yang gue duga, Faris langsung membuka pintu kamar Abang tanpa ada aba-aba terlebih dahulu, dan berteriak, “Kak, sahur!”

Gue, “Alarm gue belum bunyi.”

Faris, “Trus kenapa kalau alarmnya belum bunyi?” sambil menyalakan lampu.

Gue, “TIDAAAAAAAK!” karena lampu terlalu silau.

Faris tertawa terbahak-bahak karena berhasil membawa gue keluar kamar.

Faris masih tertawa terbahak-bahak sampai kami makan.

Sampai kami selesai makan.

Setelah selesai makan, kami berdua berebut bumbu ayam goreng untuk digado. Lalu, tiba-tiba Faris nakal, dia mencungkil kulit ayam dari ayam yang masih utuh.

Saat gue sedang melihat ayam lekat-lekat untuk mencari kulit ayam yang bisa gue cungkil juga, Faris tertawa terbahak-bahak lagi.

Faris kalau tertawa manis, ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s