[2017.03.18] Eric Chou THIS IS LOVE Live in Singapore

Akhirnya! Setelah berbagai rintangan yang membuat gue tidak bisa pergi ke konser Eric sebelum-sebelumnya di Singapura dan Malaysia, akhirnya gue bisa menyaksikan dengan mata dan telinga gue sendiri bagaimana wujud asli Eric Chou bernyanyi di atas panggung.Sebenarnya dibilang rintangan, alasan gue tidak bisa pergi ke konser Eric sebelumnya itu simpel. Pertama Eric manggung di Singapura. Kalau yang Malaysia, Eric terlalu sering konser di Penang dan hari Minggu malam, sementara penerbangan ke Penang tidak ada yang cocok dengan jadwal gue. Kalau yang di Kuala Lumpur, jadwalnya bentrok dengan gue JLPT*.
JLPT: Japanese Language of Proficiency Test.

Gue baca informasi mengenai konser THIS IS LOVE di Singapura ini sewaktu gue liburan di Jepang Desember lalu; mungkin sedang di Nagoya atau Tokyo saat itu. 18 Maret, hari Sabtu, yang artinya gue bisa pergi. Penjualan tiket baru akan dibuka tanggal 29 Desember, dan karena gue masih di Jepang, gue baru membeli tiket konser saat gue sudah sampai di Jakarta. Dan tidak tanggung-tanggung, gue membeli tiket VIP karena kelas tersebut mendapat lucky draw untuk foto grup (10 orang) bersama Eric. Harga tiketnya mirip-mirip dengan tiket VIP flumpool di SG juga.

Untuk pesawat, sepertinya gue baru book tiket sekitar akhir Januari atau awal Februari karena Mama mau ikut, tapi perlu menunggu kepastian jadwal teman-temannya untuk kumpul-kumpul tanggal 19 Maret. Pesawat Mama gue yang bayar, karena gue sok kaya habis dapat bonus akhir tahun, hahaha.

Mama bilang sekali-sekali jangan merepotkan Aunty-Aunty di sana, jadi kami book hotel di dekat Paya Lebar (yang belakangan gue baru tahu daerah sana termasuk wilayah prostitusi). Menginap di hotel membuat gue akhirnya menyadari kalau jalan-jalan ke Singapura itu tidak murah, karena kisaran harga hotel murah di SG pun buat gue sudah tergolong mahal. Selama ini gue bebas pergi ke sana karena bergantung tempat tidur dan makan dari Aunty.

Yang jadi masalah adalah.. Informasi mengenai konser Eric. EO konser sering sekali post sesuatu di halaman facebook official-nya hanya dalam Bahasa Mandarin, yang artinya gue hanya bisa mengandalkan Google Translate. EO juga baru mengumumkan acara tambahan–fanmeeting, yang dilaksanakan Jumat (1 hari sebelum konser) seminggu sebelum acara. Karena sudah kadung beli tiket berangkat Sabtu, relakan saja~

Entah sejak beberapa hari sebelum konser Eric, atau mungkin seminggu lebih, gue tidak bisa mendengarkan lagu lain selain lagu Eric. Deg-degan luar biasa. Mirip-mirip rasanya seperti saat pertama kali gue akan menonton flumpool. Perut terasa lucu.

Tapi yang beneran lucu adalah, gue dan Mama sama sekali belum menukar uang hingga H-1. Hari Jumat, gue dan SFC janjian nonton Beauty and the Beast di GI. Karena ditraktir Rifda, gue tidak pegang cash, dan sayangnya gue datang mepet jam tayang film karena Cileungsi-GI yang luar biasa jauh dan macet. Belum sempat ambil uang sama sekali, niat awal masuk GI lewat Menara BCA agar bisa lewat Money Changer untuk menukar uang, ternyata Singapore Dollar masih belum bisa gue kantongi karena Money Changer-nya tidak bisa gesek.

Sabtu pagi ke bandara, kami juga masih belum tukar uang karena tidak ada yang pegang cash sama sekali. Kami hanya berbekal uang Rp300,000, yang dipakai untuk ongkos taksi dan sarapan di bandara. Mau ke ATM, Mama bilang, nanti Money Changer di dalam, atau di Singapore, pasti ada yang bisa gesek. Tapi, ternyata, sampai Changi pun, kami tidak bertemu dengan mesin gesek dan berujung pada mengambil uang di ATM Changi dengan kurs di atas Rp10,000.

Dari Changi, kami naik MRT ke Paya Lebar, beli makan siang dan makan malam dibungkus untuk dimakan di hotel, lalu naik Uber (yang saat ditelepon, gue dan Mama sama clueless bingung tidak mengerti Singlish si Driver, cuma bisa teriak-teriak lokasi kami di mana) sampai ke hotel. Sekitar jam 2, kami sudah di kamar, dan gue langsung tidur.

Gue baru berangkat dari hotel menuju venue konser sekitar jam 4an, naik bis sekitar 1 jam, dan sampai di lokasi sekitar jam setengah 6. Gue tahu padahal kelas VIP lebih banyak penontonnya daripada CAT1 dan 2, dan sewaktu gue sampai, antrian sudah sangat sangat panjang. Tapi, ya.. Berhubung gue sendiri, dan perkiraan gue benar–gue satu-satunya yang berkerudung dan bukan ethnically Chinese, malas juga antri sendiri berjam-jam.

Gue tukar e-tiket dengan tiket fisik, beli album, dan sekitar jam setengah 7, staff memeriksa tiket dan membagikan gelang tanda masuk. Ting yang dapat tiket CAT1 gratis baru datang jam 6 lewat, dan kami sempat dadah-dadah sebentar. Jam 7 lewat sedikit, gate dibuka. Gue dapat duduk agak di belakang, walau masih agak tengah (segaris tengah panggung), dan panggung masih terlihat jelas. Deg-degan lucu mulai datang lagi saat gue sudah anteng di dalam venue. Oh ya, di kursi VIP sudah disiapkan paperbag berisi poster dan beberapa goodies: finger-light, ID strap, beberapa voucher diskon sponsor, dan kopi instan.

Begitu lampu dimatikan dan Eric masuk ke panggung, gue.. meleleh. Eric dilihat dengan mata kepala sendiri tampan luar biasa. Jujur, Eric ini bisa dibilang satu-satunya penyanyi yang gue suka benar-benar dari suaranya dari sepanjang sejarah 23 tahun gue hidup. Dan suara Eric.. asli persis CD. Hampir tidak ditemukan nada yang meleset (versi kuping gue).

Sesi pertama, lagu upbeat sebagai pembuka, disusul dua lagu yang Eric buat untuk penyanyi lain. Sesi kedua, hanya Eric dan piano di atas panggung, dibuka dengan This is Love, yang menjadi favorit gue sepanjang konser. Lampu biru temaram menerangi Eric. Kamera berfokus pada jari dan leher Eric. Gue tidak bernyawa duduk di kursi.

Di setengah awal konser, banyak lagu yang gue tidak familiar, namun penonton lain ikut bernyanyi. Gue baru tahu dari Ting kalau Eric meng-cover lagu beberapa penyanyi terkenal Singapura. Pantas gue tidak tahu lagunya, karena gue cukup yakin dengan diri gue sendiri, kalau gue tahu semua lagu Erik ^^ Yang lucu, saat Eric bermaksud menyanyikan lagu JJ Lin, dia bertanya pada fans, “Gue tahu kalian pasti lebih suka JJ Lin, kan? Fans JJ Lin, mana? Fans Eric Chou?” yang ternyata, sorakan untuk Erik malah lebih kencang.

Salah satu lagu favorit gue, Come Out Your Way, dijadikan lagu background video yang menunjukkan perjalanan karir Eric dari mulai belajar piano di umur 7 tahun, merantau ke Amerika mencari ilmu saat remaja, dan kembali ke Taiwan. Agak sedih lagu itu tidak dinyanyikan, tapi karena feel-nya cocok dengan video yang ditayangkan, jadi gue agak tidak keberatan.

Eric juga meng-cover beberapa lagu barat seperti Money on My Mind, Love Yourself, Closer, dan Fix You. Gue baper. Gue suka banget saat Eric bernyanyi dalam Bahasa Inggris, dan dia yang biasanya hanya meng-upload video cover di YouTube sekitar 3-6 bulan sekali, dalam semalam gue bisa mendengar dia menyanyikan total 4 lagu barat. Rasanya mau menangis. Saat Eric menyanyikan Fix You, gue berpikir, ini yang buat gue rela terbang untuk konsernya meski gue yakin gue tidak akan mengerti apa yang dia bicarakan.

Momen impian tiba. Gue selalu iri saat menonton video official atau fancam saat Eric menyanyikan How Have You Been dan Let’s Stop Being A Friend di konser karena seluruh penonton ikut bernyanyi. Akhirnya, tiba juga kesempatan gue untuk ikut bernyanyi dan menjadi bagian dari momen tersebut. Sayangnya, sepertinya gue terlalu fokus dengan lirik yang gue nyanyikan, sehingga kesakralan momen itu terasa agak berkurang 😦

Overall, gue sangat menikmati konser dan jadi kepingin pergi lagi.

Usai konser, gue bingung kenapa orang-orang sudah langsung keluar venue padahal belum ada pengumuman pemenang lucky draw foto bersama. Karena venue juga sudah hampir kosong, gue ikut keluar, dan menemukan orang-orang berkumpul di halaman depan untuk mengantar kepergian Eric.

Sambil menunggu Eric keluar, gue mengobrol dengan Ting dan menanyakan mengenai pemenang foto bersama. Ting menanyakan ke staff, dan katanya foto sudah dilakukan saat fanmeeting hari Jumat. Karena gue tidak dapat notifikasi apapun, gue berpikir kalau gue memang tidak menang dan merelakan.

Setelah beberapa menit menunggu Eric yang tidak keluar-keluar, yang menurut gue sudah terlalu lama sementara gue masih harus naik bus 1 jam untuk sampai hotel (saat itu sudah jam 11 malam), gue memutuskan untuk pulang pamit ke Ting. Tiba-tiba, saat gue sudah berjalan beberapa meter, saat itu posisi gue sudah di ujung kerumunan orang, van hitam mendekat, berhenti persis di sebelah gue, yang artinya Eric akan keluar. Gue berhenti di samping van. Kerumunan heboh, tanda Eric sudah berjalan menuju van. Dan! Boom! Eric dengan beningnya lewat depan mata gue. Saat dia sudah masuk van pun, gue masih bisa melihat dia dengan jelas lewat jendela. Lalu gue melambai dengan muka yang gue yakin terlihat sangat bloon. Teringat momen yang persis sama tahun 2014 sehabis gue menonton konser flumpool yang gue dadah-dadah ke Ryuta.

Lalu gue naik bus dengan senyum bego di wajah gue sepanjang perjalanan.

img_8904.jpg


Gue baru tahu kalau gue ternyata menang lucky draw foto bersama Eric hari Senin, 2 hari setelah konser.

EO konser, ACE, mempunyai halaman official tempat mereka biasa mengumumkan hal-hal terkait konser Eric. ACE juga membuat halaman event khusus konser, tapi tidak gue ikuti karena hampir tidak ada isinya.

Beberapa hari sebelum konser, ACE meng-upload satu foto persiapan fanmeeting di halaman official dengan caption “Kami akan mengumumkan FAQ dan pemenang lucky draw VIP besok!” (dalam Bahasa Mandarin yang gue terjemahkan dengan Google Translate). Ternyata, esoknya, hanya FAQ yang mereka post. Gue bingung, tapi gue berpikir mungkin mereka hanya mengirimkan notifikasi ke para pemenang.

Ternyata. Mereka mengumumkan pemenang di halaman event konser Eric. Padahal, mereka tidak pernah sebelumnya post info apapun di halaman tersebut. Lucu, semua informasi yang berkaitan konser mereka tulis di halaman official, tapi khusus untuk pemenang lucky draw, mereka infokan di halaman yang berbeda.

Dan bukan hanya gue yang tidak melihat pengumuman tersebut. Dari total 200 orang, hanya 65 orang yang datang untuk mengambil haknya berfoto bersama dengan Eric di fanmeeting yang dilaksanakan hari Jumat, satu hari sebelum konser itu sendiri. Sejujurnya, agak lucu juga iming-iming foto bersama untuk pembelian tiket VIP konser tapi hadiahnya tidak diberikan di hari yang sama dengan acaranya. Trus, gue ngomel-ngomel karena terlalu sebal. Padahal, ACE juga EO konser Eric di Penang, dan foto bersama Penang dilakukan setelah konser.
((((cursing)))))

eric

((((still cursing))))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s