Japan Winter Trip – Preparation & [2016.12.24] Day 1 (Osaka)

Preparation!

Gue sudah berniat pergi ke Jepang sejak tengah tahun 2016 dengan perandaian flumpool mengadakan konser countdown lagi seperti 20152016 di Yokohama Arena. Pas dengan jadwal libur kantor, pas dengan kebutuhan bertemu flumpool, dan gue juga kepingin keliling Tokyo dan sekitarnya, karena sebelumnya gue jadi anak Kansai. Hampir setiap hari gue membuka situs-situs maskapai penerbangan, mengecek kisaran harga. Hingga pada akhirnya, flumpool benar-benar mengumumkan mereka akan mengadakan konser countdown 20162017 di Osaka Jo Hall.

Sejujurnya, saat tahu kalau konser kali ini di Jo Hall, gue agak sedikit kecewa karena rencana gue keliling Tokyo (dan main dengan teman-teman dari CUC) gagal. Meski demikian, perasaan sedikit kecewa itu tertutupi dengan excitement yang luar biasa mengingat betapa serunya flumpool saat konser di kampung halaman. Gue langsung menghubungi Kana, mengajak pergi bersama. Sayang, Kana tidak bisa karena sudah ada janji. Berikutnya, Rika-san yang gue hubungi, dan sukses gue dapat teman untuk menonton bareng; total berempat dengan 2 orang lainnya yang sering menonton konser bersama Rika-san.

Berbekal konser flumpool di akhir tahun ini, gue semakin gencar mencari tiket pesawat non-budget yang bisa didapat dengan harga budget untuk 27/28 Desember sampai 1 Januari, tapi ternyata susah luar biasa. Akhir tahun sudah pasti peak season. Malaysia Airlines yang tadinya sudah menjadi incaran gue setelah sekian lama (saat gue masih mengira flumpool akan konser di Yokohama), sudah penuh di penerbangan pulang tanggal 1. JAL dan ANA sudah mencapai angka belasan juta. Garuda apa lagi, sudah tidak tertolong. Cathay mirip-mirip dengan JAL/ANA. Pilihan terakhir, Air Asia. Itu pun sudah 8 jutaan. Tambah bagasi, 9 jutaan. Tapi, mau bagaimana lagi. Demi flumpool. Gue juga sudah booking beberapa hostel dan apartemen di Osaka lewat booking.com.
◊ Mitla’s Trip Tips #1 – Kalau kalian ingin booking penginapan tanpa bayar di muka, gue merekomendasikan booking.com. Kalian akan membayar saat kalian check-in. On the spot. Keuntungan lain yang didapat dari situs ini adalah: (1) free cancelation sampai sehari sebelum tanggal menginap (atau disesuaikan dengan masing-masing penginapan), (2) tidak perlu kartu kredit untuk booking (ada beberapa penginapan yang meminta kita memasukkan informasi kartu kredit, namun hanya sebagai jaminan, dan kartu kredit tidak akan kena charge).

Untungnya, gue belum beli tiket pesawat saat tiba-tiba Johnny’s WEST mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan konser natal di Dome selama 2 hari (24-25 Desember)! Dome perdana untuk WEST dan siapa sangka ternyata konser ini berlangsung di Kyocera, yang terletak di Osaka. Gue mulai berpikir untuk berangkat tanggal 23 Desember malam, persis di hari terakhir kerja, sehingga bisa sampai tanggal 24 pagi, agar bisa menonton WEST. Hanya saja, motivasi gue belum cukup kuat karena gue sudah pernah nonton WEST sebelumnya.

Namun sepertinya, takdir berkata lain. Kanjani8 menjadwalkan konser di Nagoya Dome tanggal 22, 24, dan 25 Desember dalam tur Eightertainment. Yang artinya, gue punya kesempatan untuk menonton Johnny’s WEST dan Kanjani8 bila gue terbang lebih awal. Akhirnya bisa bertemu Ryo! Dengan tambahan motivasi ini, fix sudah rencana liburan gue menjadi 23 Desember – 1 Januari.

Karena belum berani booking tiket pesawat sebelum tiket konser gue kantogi, gue langsung menghubungi Maho tentang ballot tiket untuk Johnny’s WEST, dan Ucik untuk Kanjani8. Untungnya, mereka mau menolong; yang walau pada akhirnya, hanya WEST yang menang ballot. Namun, bukan Mitla namanya kalau tidak berusaha. Eh, salah. Sebenarnya gue hanya cerita ke Maho tentang tidak dapat tiket Kanjani8 untuk konser tanggal 25, dan dia yang berusaha mendapatkan tiket untuk gue. Hehehe. Yang jelas, tiket dua grup Kansai ini, akhirnya aman.

Yang berujung kepada pembelian tiket pesawat. Air Asia. 23 Desember malam sampai 1 Januari pagi. CGK > KIX PP. Bagasi pergi-pulang 20kg. Mari kita bulatkan harganya 10juta.
(Agak sedih sebenarnya mengeluarkan uang sebesar itu untuk maskapai budget. Tapi harus apa lagi.)

Untuk visa, setelah membaca lekat-lekat persyaratannya di sini, gue mencoba mengajukan pembuatan visa tanpa bukti keuangan, karena (1) saat ini gue bekerja di anak perusahaan Jepang, (2) rekening gue kosong setelah beli tiket pesawat dan bonus akhir tahun belum keluar. Sebagai bukti gue bekerja di perusahaan tsb, gue melampirkan foto ID card kantor dan NPWP, serta surat keterangan bekerja dengan kop surat resmi. Dan visa gue lolos!
◊ Mitla’s Trip Tips #2 – Kalau kalian bekerja di perusahaan Jepang, atau anak perusahaan Jepang, atau perusahaan yang bekerja sama dengan Jepang, kalian tidak perlu melampirkan bukti keuangan saat mengajukan pembuatan visa Jepang.

Gue iseng menghabiskan waktu menunggu Desember tiba dengan membuat itenerary lucu. Karena di dua trip Osaka gue sebelumnya masih banyak tempat di Kansai yang belum gue kunjungi, gue berencana untuk keliling Kansai, bukan hanya Osaka-Kyoto-Kobe, di hari kosong gue dari tanggal 26 sampai 31 Desember. Bahkan gue belum pernah ke Matsubara. Mekah-nya fans flumpool.

Tapi rencana hanya berakhir rencana. Rencana gue hancur lagi sejak Amuse mengumumkan tentang penambahan jadwal pertunjukan HANDSOME LIVE di 29 Desember. Gue kepingin pergi demi Oryo (Yoshizawa Ryo), meski acaranya di Tokyo. Gue langsung menghubungi Maho buat minta bantuan beli tiket, meski saat itu baik ballot maupun penjualan reguler belum dibuka.

Berpikir keras tentang bagaimana menghemat uang karena tujuan gue bertambah satu: Tokyo, tiba-tiba gue berpikir untuk sekalian saja menonton Men on Style di Tokyo. MOS diadakan tanggal 27 hingga 28, kan pas banget. Lumayan, bisa lihat (Fukushi) Sota dan Ucei (Ryo Ryusei). Hihihi. Karena penjualan tiket MOS sudah dibuka, Maho langsung membelikan tiket untuk gue.

Ternyata. Gue tidak berjodoh dengan HANDSOME. Ballot kalah, tiket reguler pun sold out. Awalnya niat mau beli lewat tangan kedua, tapi mahal sekali dan uang gue tidak sanggup untuk beli tiket seharga itu. Sempat berpikir untuk tidak jadi ke Tokyo, tapi sayang tiket MOS gue, dan gue juga sudah sebar-sebar info ke teman anak CUC gue ke Tokyo dan mengajak mereka main. Sempat down beberapa hari karena batal bertemu Oryo T__T

Setelah berhasil mengikhlaskan HANDSOME, gue jadi semangat bikin itenerary lucu lagi (yang akan kalian lihat di kepala setiap bagian laporan perjalanan gue tiap harinya), booking hotel untuk Nagoya dan Tokyo, dan menghitung berapa biaya total yang akan gue keluarkan. Sempat berpikir untuk membeli Bus Pass dari Willer, tapi ternyata Buss Pass tidak dapat dipakai di akhir tahun. Karena harga tiket bus yang mahal bila dibeli satuan (Osaka > Nagoya > Tokyo > Osaka), gue memutuskan untuk membeli JR Pass. JR Pass sendiri sudah mahal, jadi, demi menghemat biaya, gue menghubungi Ojou, senior gue di kampus dulu yang sedang bekerja dan tinggal di Osaka, bilang mau menginap. Biaya untuk hostel Osaka hilang! Pengeluaran berkurang! Hidup Ojou!

Memasuki bulan Desember, gue sudah pusing packing dan belanja titipan Ojou. Ojou kangen makanan Indonesia, jadi dia titip sosis dan daging, hihihi. Gue juga beli beberapa sweater, karena gue sama sekali tidak punya perlengkapan musim dingin selain sarung tangan dan muffler hijau yang Mama belikan beberapa tahun lalu. Gue juga sempat dikasih down jacket dari Advisor kantor yang orang Jepang, dan pinjam jaket dari Mbak Viani dan Muti. Bahkan, Kana-san bilang akan melungsurkan gue satu jaketnya yang sudah tidak terpakai. Gue hampir menangis karena dunia ini penuh dengan orang-orang baik.

Tanggal 19 Desember, sedetik setelah bonus akhir tahun keluar, gue langsung menghubungi Om Adi, bilang kalau gue ingin tukar yen, dan sebagian besar uang gue langsung terbang ke rekening Om. Untungnya saat itu harga yen sedang turun, jadi gue dapat kurs Rp115. Pulang kerja, gue pergi ke fX untuk membeli JR Pass di HIS (gue beli murah karena di HIS kurs yen saat itu hanya Rp113), dan ke Plasa Senayan untuk menjemput yen gue. Sepanjang jalan pulang gue cengengesan karena liburan sudah semakin dekat.

Hari terakhir kerja di tahun 2016, tanggal 23 Desember, jujur saja, pikiran dan hati gue sudah tidak di kantor. Untungnya, gue diajak makan-makan direktorat siang itu, jadi gue bisa pulang lebih awal untuk menyiapkan hati dan bagasi. Langsung pulang usai makan-makan, mandi, packing terakhir, dan berangkat ke bandara diantar Mama.


[2016.12.24] Day 1 – Osaka

slide3

Setelah berpamitan “see you next year, Mom,” sama Mama dan menempuh perjalanan 8 jam lebih di pesawat, gue sampai di Osaka jam 09.20 waktu setempat. Ketiga kalinya gue mendaratkan kaki di KIX dari total tiga kali gue ke Jepang. Baru sedetik gue keluar pesawat, sudah berasa dingin. Padahal judulnya masih indoor. Mungkin sekitar 20an derajat?

img_7060

Note: Foto ini memakai filter karena kata Mama, jerawatnya banyak XD

Imigrasi super penuh dengan turis Tiongkok dan Korea. Kalau kata teman, mereka memang hobi main ke Jepang saat liburan panjang untuk belanja. Yang tadinya datang hanya bawa koper kabin, pulang bisa bawa 3 koper bagasi 30″. Asli, imigrasi makan waktu banget, kira-kira lebih dari setengah jam gue hanya mengantri. Untungnya, saat ambil bagasi, koper gue sudah diturunkan dan gue tinggal keluar. Sebelum menginggalkan bandara, gue sikat gigi dan dandan dulu di mushala.
◊ Mitla’s Trip Tips #3 – Kalau kalian mendarat pagi hari di KIX (Kansai International Airport), kalian bisa cuci muka, sikat gigi, istirahat sejenak di mushala yang terletak di lantai 3, lorong belakang Uniqlo. Ruangannya besar dan sepi.

img_7065

Muka masih beler.

Saat transit satu jam di Malaysia, gue sempat kontak Ken, ajak ketemu begitu gue sampai di Osaka. Kami janjian di Stasiun Namba, karena Namba: (1) dekat dengan apartemen Ojou, (2) hanya satu kali naik kereta dari KIX, (3) Namba stasiun besar, jadi pasti ada coin locker buat gue simpan koper karena baru bisa ke apartemen Ojou malam karena yang punya kamar ternyata kerja, (4) kayaknya sih, dekat dari rumah Ken. Awalnya gue mau mengaktifkan JR Pass gue di KIX, tapi niat batal begitu melihat antrian yang luar biasa panjangnya. Jadi, gue langsung naik kereta ke Namba dan gue tidur sepanjang perjalanan.

Ken menunggu gue di depan gate keluar kereta, dan kalimat pertama dia adalah, “omae maji de wakari yasui na! (terjemahan: lo itu gampang banget dikenali, ya!)” karena gue pakai hijau, dan koper gue hijau. Gue ketawa. Btw, lucu banget Ken pakai coat dan topi! Kami keliling cari coin locker tapi semua penuh. Yah, namanya juga liburan dan hari Sabtu. Setelah berpikir panjang, kami memutuskan untuk cari coin locker di Stasiun Honmachi karena stasiun itu yang paling dekat dengan rumah Ojou.

img_7067

Ken!

Kejutan! Ada loker kosong yang muat untuk koper gue di Honmachi persis di sebelah pintu keluar yang ke arah rumah Ojou. Hihihi. Usai menaruh koper, gue dan Ken cari makan siang. Kami pergi ke toko okonomiyaki dekat Honmachi, karena gue bilang kalau gue belum pernah makan okonomiyaki asli Osaka. Pernahnya asli Jakarta. Ken  memesankan gue okonomiyaki tanpa daging babi.

img_7068

Akhirnya, bisa makan okonomiyaki yang asli dari Osaka.

Setelah makan, saat itu kira-kira jam 2 siang, kami memutuskan untuk jalan kaki dari Honmachi ke Shinsaibashi, sampai Namba lagi. Sekalian lihat-lihat barang lucu. Siapa tau kepingin beli. Lagian, gue janjian dengan Maho di Kyocera untuk menonton konser Johnny’s WEST jam 4. Masih ada 2 jam untuk keliling.

Saat kami jalan, yang banyak tengok kanan-kiri itu justru Ken! Katanya, mumpung sightseeing. Haha. Kami sempat mampir Daiso; Ken beli snack, gue beli sarung tangan yang halus banget. Mampir Book Off; gue beli DVD 5th Anniversary flumpool, Ken beli buku. Mampir Toki wo Kakeru Shoujo cafe. Hingga akhirnya sampai di Dotonbori. Ken menyuruh gue berpose di depan Glico Man, dan gue iyakan karena gue juga belum ada foto sendiri di sana. Dan yang mengejutkan adalah, ada iklan Alfort Sakaken besar banget di Tsutaya. Tampan T___T

img_7078

img_7095

Sakaken ganteng banget T_T

Sesudah say hello dengan Glico, Ken mengantar gue sampai naik kereta ke Kyocera Dome dari Namba, karena dia ada janji di daerah Umeda. Sepanjang jalan yang gue lihat hanya Mbak-Mbak dandan cantik dengan totebag atau kaos konser Johnny’s WEST, dan gue senyum-senyum sendiri.

Sesampainya gue di Kyocera, gue langsung menghubungi Maho, yang saat itu sedang mengantri goodies. Maho menawarkan membelikan goodies untuk gue juga, dan gue langsung buka daftar titipan kemarin, haha. Habisnya, mau menyusul juga susah, orangnya sudah padat dan gate sudah dibuka, jadi riweuh.

Gue menunggu Maho di dekat salah satu gate Dome. Saat dia menghampiri gue, tangannya penuh dengan goodies gue. Gue langsung merasa bersalah. Dan, layaknya fans Kami-chan lainnya, Maho hijau dari kepala sampai kaki, hihihi. Selain goodies, Maho juga menyerahkan tiket-tiket gue yang gue beli lewat dia. Baik banget. Tapi, sayang, gue dan dia tidak bisa menonton WEST bersama karena dia bersama temannya. Jadi, dia pakai tiket temannya, gue pakai tiket dia.

Gue masuk Dome, foto-foto karangan bunga, dan naik ke lantai 3 karena kursi gue di Stand atas. Walau panggung terlihat kecil, tapi entah kenapa, gue merasa posisi gue super enak karena di tengah dan panggung terlihat dari ujung sampai ujung. Tidak ada yang terhalang. Begitu lampu dimatikan penanda konser akan dimulai, gue mulai menyadari sesuatu.

Konser Dome pertama yang gue tonton. Besar. Mewah.

Konser WEST ini sangat berbeda dengan Paripipo yang gue tonton tahun 2015 lalu di Yokohama Arena. Kami-chan yang dulu selalu bermain di arah yang berlawanan dengan kursi gue, kali ini justru banyak di daerah gue (walau terlalu kecil, susah diliat). Kalau dulu gue jadi fokus ke Daigo karena Kami jauh, sekarang mata gue tidak bisa lepas dari Kami. Saat itu, gue jatuh cinta lagi kepada seorang Kamiyama Tomohiro. Cara dia menari. Suara dia menyanyi.

Yang gue suka dari konser ini adalah lightstick yang punya 7 warna; masing-masing warna member. Sepanjang konser gue memasang warna hijau, tapi beberapa kali mengganti warna saat solo Hama-chan, atau saat duet Akito-Junta (kuning karena gue pro-Junta), dan saat salam-salam member. Salam-salam pertama, gue agak sebal sebenarnya karena Kami-chan salam-salam pertama, fans belum ada inisiatif untuk membuat Dome menjadi hijau, sementara member sesudahnya semua disesuaikan dengan warna lightstick. Tapi, gue merinding. Pemandangan jadi super indah. Bahkan Akito menangis. Buat gue ikut menitikkan air mata. Baper.

Yang gue suka dari konser ini (part 2) adalah mereka menyanyikan lagu jaman junior. Shige, Kami, Ryusei, Non menyanyikan lagu 7WEST. Akito dan Junta menyanyikan lagu BAD, Hama-chan solo Stay Gold (ini lagu Kanju favorit gue sepanjang masa!) yang buat gue menangis; bukan hanya sekedar menitikkan air mata. Sebelum medley lagu junior ini juga dipasang video perjuangan mereka dari junior hingga debut. Dan gue banjir. Sialan kalian, WEST.

Walau gue sudah lumayan lama tidak mendengarkan lagu-lagu terbaru WEST, setlist yang dibawakan banyak lagu lama, jadi gue bisa menikmati. Sangat menikmati. Saat encore, member memberikan kesan-kesan konser Dome pertama mereka, lightstick berubah warna menyesuaikan warna member, membuat Dome bepusat pada siapa yang berbicara (dan saat Kami-chan! Akhirnya! Dome jadi hijau!). Masing-masing member membuat gue menangis. Tangisan gue semakin pecah saat Akito juga menangis pecah. Dan saat itu pun, gue bersyukur terbang lebih awal demi datang ke konser ini. Gue bersyukur gue fans Johnny’s WEST. Gue bersyukur bisa melihat mereka berkembang.

Konser diakhiri dengan wajah gue yang sembab.

img_7105

Gue agak menunggu sejenak sebelum keluar Dome setelah konser usai untuk menata hati kembali (dan lap ingus). Saat Dome sudah mulai agak sepi, gue baru keluar. Jalan ke stasiun agak gontai, seperti separuh hati tertinggal di Kyocera, dibawa pergi bersama Kami-chan dan kawan-kawan.

Gue menghubungi Ojou sesaat setelah gue naik kereta menuju Honmachi. Ojou menjemput gue di stasiun, dan membantu gue menyeret koper ke apartemennya. Dan Ojou baik banget! Dia memasak nabe untuk gue, karena gue belum makan malam. Huhuhu. Sambil makan, gue bongkar paket barang yang gue kirim ke apartemen (termasuk jaket INTERROBANG!), dan Ojou bongkar makanan yang dia titip lewat gue. Oh ya, Mama memasak ikan teri-kacang untuk Ojou sebagai bentuk ucapan terima kasih karena telah membolehkan anaknya menginap di apartemennya seminggu lebih. Love you, Mom.

Setelah mandi dan menonton Arashi di TV, kami tidur (ternyata gue lupa bawa baju tidur! Jadi pinjam kaos Ojou) dan hari pertama liburan musim dingin due di Jepang berakhir dengan senyuman (dan kebaperan).

One thought on “Japan Winter Trip – Preparation & [2016.12.24] Day 1 (Osaka)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s