I’m not a skinship person, but..

Sesuai judul, gue bukan tipe orang yang suka skinship. Sama cewek saja ogah, apalagi sama cowok.

Tapi, ada dua cowok yang jadi pengecualian.

Satu, Jejen. Teman empat tahun semasa kuliah, yang setiap hari gue jamah. Entah rambutnya yang selalu gue sisir pakai jari, atau gue bersandar di bahu-lengannya, tangan gue yang nyangkut di lengannya, dan sebagainya.

Dua, Mas H. Teman kantor. Gue baru setahun kerja, tapi sudah bisa bersender di punggung atau badan si Mas. Kalau lagi kedinginan pun, pasti genggam tangan si Mas biar dapat kehangatan. Bahkan, gue pernah makan disuapin.

Terkadang gue jadi berpikir, kok bisa gue senyaman ini skinship sama mereka. Padahal cowok. Dan.. Untuk Jejen, gue tidak pernah ada perasaan lebih dari sekedar teman dekat–apalagi ke arah hubungan romantis, sementara Mas H sudah menikah. Aneh kan?

Lebih anehnya.. Sepertinya belum ada cewek yang bisa buat gue senyaman ini untuk skinship.

ps: orang-orang yang dimaksud di post ini adalah manusia di luar keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s