Green car, soon-to-be-married Yamamura Ryuta, Juhan Shuttai’s Nagayama Kento, and me in the darkness… alone.

Hari Minggu, 26 Juni 2016, merupakan hari yang meninggalkan impact cukup besar untuk hidup gue. Siang, sekitar jam dua, gue dan Papa pergi ke Mangga 2 untuk melihat Brio Hijau (gue ada niat untuk beli mobil) yang beberapa hari sebelumnya, Papa lihat iklannya di suatu website. Sekilas info, gue desperate banget, mau mobil yang warnanya hijau. Tapi, karena entah kenapa semua perusahaan mobil di Indonesia sudah cut produksi warna hijau, gue bahkan OK kalau mobil itu second asal hijau! Jadi, kalau ada yang jual mobil hijau, tolong kasih tahu gue, ya! 😀 Merk apa saja boleh kok.

Gue tidak begitu sreg sama mobilnya, karena mahal untuk ukuran Brio second tipe paling rendah, dan banyak bagian yang rusak. Agak kecewa karena ini akhirnya pertama kali, gue sampai status melihat mobilnya secara fisik. Biasanya, habis lihat iklan, dihubungi kontaknya, baru tanya, katanya sudah laku. Sedih.

Karena ketidakcocokan itu, akhirnya gue dan Papa pulang cepat. Sampai rumah jam setengah lima. Gue, yang memang lagi tidak puasa, berniat untuk melanjutkan menonton drama Jepang season ini, Juhan Shuttai, sampai finale. Terakhir menonton baru sampai episode 6, masih ada 4 episode lagi. Gue menonton episode 7 dan 8 sampai sekitar jam setengah 7, makan malam bersama keluarga yang sedang buka puasa, lalu kembali ke kamar. Sebelum melanjutkan ke episode 9, gue iseng buka Twitter.

Dan apa yang gue temukan?

Tanggal 26 Juni adalah hari terakhir flumpool konser untuk tur mereka tahun ini di Jepang, EGG. Konser ini disiarkan langsung di stasiun TV kabel berbayar, dTV. Jadi, banyak fans Jepang flumpool yang gue follow di Twitter, yang update mengenai konser ini. Semuanya membahas tentang satu hal.

Yamamura Ryuta, the love of my life, mengumumkan bahwa ia akan menikah bulan depan, dengan seorang wanita non-artis yang telah berpacaran dengannya selama 14 tahun sejak SMA.

Syok, jelas ada. Bahagia, sudah pasti. Gue gemetar saat itu, gemetar yang sama saat baca berita bahwa flumpool akan tampil di Indonesia 2 tahun lalu. Perasaan melilmpah-ruah, campur-campur.

Setelah nyampah di semua grup LINE dan WhatsApp yang kira-kira membernya kenal flumpool mengenai berita ini, agar lebih produktif(?), gue melanjutkan Juhan Shuttai. Setengah episode 9, gue hampir tidak fokus sama sekali karena masih kepikiran Ryuta menikah. Tapi, Nagayama Kento benar-benar melelehkan hati gue di drama ini.

Seumur-umur gue kenal drama Jepang, gue lebih prefer Eita dibanding Kento. Menurut gue Kento belum sehebat kakaknya, dan terkadang aktingnya masih kurang. Tapi! Di Juhan Shuttai, dia flawless. Perfect! Gue jatuh cinta dengan Kento di sini. Dan memang dramanya sendiri menurut gue, merupakan drama terbagus, terhangat, di season ini. Recommended! Kalian semua harus tonton!

Usai banjir air mata dan senyuman di episode terakhir Juhan Shuttai, gue mematikan laptop, cuci tangan-cuci kaki, matikan lampu dan bersiap untuk tidur. Di dalam selimut, dalam kegelapan malam, sambil menatap langit-langit kamar, entah kenapa hati gue hampa. Ini pertama kali gue mengalami member-yang-paling-gue-suka-dari-suatu-grup-menikah. Waktu Seiji menikah tahun lalu, saat membaca pengumumannya, gue hanya merasakan “senang”. Tapi, untuk Ryuta, ada perasaan.. kosong. Bukan sedih. Seperti, ada ganjalan sesuatu. Dan mulai menyadari bahwa selama ini, Ryuta menulis lirik lagu flumpool (khususnya lagu cinta) bukan berdasarkan imajinasi, tetapi pengalaman pribadi dan untuk satu orang. Begonya gue, gue malah mendengarkan lagu-lagu cinta ballad flumpool. Yah, kapan gue ga bego, sih XD

Senin pagi, saat bersiap untuk pergi ke kantor pun, gue sempat berpikir, jangan-jangan bodymist Ryuta untuk goodies konser FOR ROOTS (yang biasa gue pakai sehari-hari) itu aslinya adalah ide si mbak pacar. Dan softener untuk goodies MOMENT juga. Karena… itu cewek banget? Maaf Ryuta, aku mencurigaimu T_T

Tapi, saat sudah di kantor dan mengecek INTERROBANG, membaca komentar dari member flumpool mengenai pengumuman menikah ini, entah kenapa hati gue hangat lagi. Tidak ada perasaan hampa mengganjal lagi.

Semoga bahagia menjalani hidup baru, ya, Sensei.

Tetap sukses dan kutunggu lirik indahmu di lagu-lagu flumpool berikutnya!

3 thoughts on “Green car, soon-to-be-married Yamamura Ryuta, Juhan Shuttai’s Nagayama Kento, and me in the darkness… alone.

  1. tsaniya says:

    Kebetulan aku juga suka flumpool, tapi gakenal temen Indo yang suka juga:(

    Bener banget, waktu aku denger Ryuuta mau nikah rasanya seneng tapi ada yang ngeganjel gitu. Rela ga rela??! Tapi ya sudah lah ya:’)) /padahal mah masih sedih-sedih/

    Salam kenal!

    • Mitla Taslima says:

      Halo Tsaniya!
      Salam kenal juga.
      Banyak, loh, fans flumpool di Indonesia. Coba kamu search group di facebook, “flumpool Lovers Indonesia”, dan join ya 😀

      Kalau ditanya rela atau ga, sih, sebenarnya rela banget! Makanya perasaan ini tuh sebenarnya aneh dan susah buat dijelaskan haha. Mungkin karena sudah terlalu lama juga suka sama Ryuta ^^;

      • tsaniya says:

        Barusan liat grupnya dan udah join! tinggal nunggu di accept hehehe. Makasih udah ngasih tau. Selama ini mau nyari temen fangirling susah huhu:(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s